CIREBONPEDIA

Tim Situs Forkoci Kunjungi Kerajaan Indraprasta

Penyerahan bendera Macan Ali Kesultanan Cirebon, dari Ratu Idha J. Cakraningrat ( cucu Sultan Sepuh XII Kasepuhan Cirebon) kepada juru kunci balong Biru Indraprasta Cirebon saat napak tilas tim situs Forkoci.

KILASCIREBON, CIREBON– Tim penjelajah situs purbakala dan peninggalan peradaban dari Forum Komunitas Orang Cirebon ( Forkoci ), minggu 21/2 melakukan napak tilas ke situs bekas kerajaan Indraprasta yang pernah berjaya sekitar tahun  910 Masehi dan pendakian gunung Cangak yang terletak di desa Krandon  kabupaten Cirebon.

Menurut penilik situs dari keluarga kesultanan Cirebon, R. Nanang Permadi didampingi R. Subagja saat mendampingi tim jelajah situs Forkoci, menjelaskan bahwa kerajaan Indraprasta adalah kerajaan hindu awal yang ada di wilayah Cirebon sebelum berdirinya kerajaan  pajajaran serta kesultanan  Caruban Nagari atau yang dikenal sebagai Kesultanan Cirebon.

“Berdasarkan situs dan penelitian arkeolog serta naskah maupun data yang ada. Indraprasta adalah kerajaan Hindu pada abad 9 yang luas wilayahnya sampai perbatasan majalengka dan kaki gunung Ciremai. Karena konflik dinasti serta balas dendam akhirnya kerajaan indraprasta dibumi hanguskan oleh putra Pangeran Sena dari kerajaan di wilayah mataram kuno,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan  tim jelajah Situs Forkoci, Arya Lelana kepada kilascirebon.com menjelaskan bahwa Komunitas Orang Cirebon yang tergabung dalam Forkoci memiliki tim cinta lingkungan dan budaya, salah satunya adalah tim jelajah situs yaitu napak tilas atau mengunjungi situs peninggalan purbakala maupun situs sejarah peradaban yang banyak tersebar di pantura jawa barat.

“Setiap minggu kami berkunjung bahkan mencari situs atau lokasi peninggalan peradaban baik jaman pra sejarah maupun jaman kebangkitan Islam. Seperti situs balong biru yang terletak di desa kerandon ini merupakan peninggalan abad Hindu serta awal Islam di Jawa Barat,” ujar Arya Lelana.

Dalam kesempatan tersebut, Arya Lelana yang dipandu oleh R. Subagja juga melakukan pendakian gunung Cangak yang merupakan petilasan dari Sanghiyang Bango serta Danuwarsi seorang pendeta Hindu pada jaman abad pertengahan tersebut. Di tempat itu konon terjadinya pertemuan Pangeran Cakrabuana dengan Danuwarsi dimana pendiri Cirebon itu menerima senjata pusaka Cangak.

Seusai acara napak tilas situs di balong biru kerajaan Indraprasta, diserahkan pula bendera Macan Ali yang merupakam bendera perang kesultanan Cirebon yang berupa lafadz Syahadat sebagai simbol kewewengkonan situs tersebut yang diserahkan dari Ratu Idha J. Cakraningrat cucu Sultan Sepuh XII kesultanan Kasepuhan kepada juru kunci Balong biru disaksikan oleh Laskar Macan Ali. ( katavi)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top